Manusia mungil dari bumi Pasundan. Setiap kali gue ngobrol sama ini orang tuh pasti ada aja gitu momen-momen serunya. Pasti ada aja hal yang dibahas dan diceritain.
Walaupun pada akhirnya juga bakalan kerasa juga dry textnya. That's why biasanya gue menyudahi obrolan dan kembali setelah beberapa minggu ataupun bulan.
Sebenarnya bukan kemauan gue sih menghilang beberapa saat kaya gitu, abisan gue gamau hubungan pertemanan gue sama dia hilang gitu aja.
Nah ada hal yang gue takutin, gue takut kalo suatu saat nanti gue beneran jatuh hati sama dia. Walaupun dari sekarang benih-benih perasaannya udah tertanam, tapi gue gamau terburu-buru mendefinisikan apa yang gue rasain.
Bagaimanapun dia menganggap gue sebagai kaka yang menurutnya "dapat diandalkan" dan entah bakalan se-shock apa kalau gue malah menyalahkangunakan kedekatan pertemanan ini ke dalam perasaan lebih lanjut.
Ahh pokoknya gue gamau buru-buru. Gue gamau kaya yang udah-udah. Gue gamau masuk ke dalam friendzone setelah adanya confess.
Pokoknya Shaze, dengerin gue dari jauh. Gue bakalan wujudin impian gue dulu, baru kemudian berpikir apakah pertemanan kita bisa dikonversi atau enggak.
Tapi, untuk sementara waktu, biarin gue menimbang dan memikirkan.
Satu hal yang pasti adalah "selalu senang bicara dengamu".
Sampai nanti di bulan Juli Shaze.

Posting Komentar